Awal Mula Suku Qurasy Menguasai Mekah dan Menjadi Juru Kunci Kabah

Posted on

Sebelum membahas mengenai awal mula suku Qurasy menguasai Mekah dan menjadi juru kunci Kabah, kita perlu mengetahui terlebih dahulu tentang sejarah Kabah itu sendiri. Kabah merupakan bangunan suci umat Islam yang terletak di Mekah. Bangunan ini menjadi tempat ibadah bagi umat Islam dari seluruh dunia yang ingin melakukan ibadah haji maupun umroh.

Kabah juga memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak zaman Nabi Ibrahim AS. Pada saat itu, Kabah dibangun oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya, Ismail AS. Bangunan itu kemudian dijadikan sebagai tempat ibadah monotheisme.

Setelah itu, Kabah dikuasai oleh berbagai suku dan kerajaan di Arab, termasuk suku Qurasy. Suku Qurasy merupakan suku yang tinggal di Mekah dan pada saat itu menjadi suku yang sangat berkuasa di kota tersebut.

Suku Qurasy dan Kekuasaannya di Mekah

Suku Qurasy memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah Mekah. Mereka memiliki kendali atas pusat perdagangan di kota tersebut dan juga menjadi penjaga Kabah.

Suku Qurasy juga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam politik dan ekonomi di Mekah. Mereka memiliki sistem pemerintahan yang kuat dan diatur oleh sebuah dewan yang terdiri dari perwakilan dari setiap klan Qurasy.

Perebutan Kekuasaan atas Kabah

Pada masa sebelum Islam, Mekah merupakan kota yang kaya dan dihuni oleh berbagai suku dan klan. Namun, suku Qurasy yang berkuasa di kota tersebut merasa khawatir dengan keberadaan bangunan Kabah yang dianggap sebagai pusat ibadah bagi banyak suku dan klan di Arab.

Mereka khawatir bahwa keberadaan bangunan tersebut akan mengancam kekuasaan suku Qurasy di kota Mekah. Oleh karena itu, mereka berusaha untuk memonopoli akses ke bangunan itu dan menjadi juru kunci Kabah.

Sistem Juru Kunci Kabah

Sistem juru kunci Kabah pada masa sebelum Islam berbeda dengan sistem saat ini. Pada saat itu, jabatan juru kunci Kabah diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dari keluarga suku Qurasy yang dipilih oleh dewan Qurasy.

Jabatan ini dianggap sebagai jabatan yang sangat penting dan dihormati oleh seluruh suku di Arab. Juru kunci Kabah bertanggung jawab untuk membuka dan menutup pintu Kabah, memelihara bangunan tersebut, serta mengatur segala sesuatu yang terkait dengan kegiatan ibadah di dalamnya.

Peran Suku Qurasy dalam Islam

Setelah Islam diperkenalkan oleh Nabi Muhammad SAW pada tahun 610 M, suku Qurasy menjadi salah satu suku yang memperoleh pengaruh besar dalam perkembangan Islam. Hal ini dikarenakan bahwa Mekah menjadi tempat pertama kali diwahyukan Al-Quran dan juga menjadi tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Namun, awalnya suku Qurasy sangat menentang ajaran Islam dan merasa terancam oleh kehadiran agama baru tersebut. Mereka bahkan melakukan pengejaran dan penganiayaan terhadap para pengikut Islam.

Namun, lambat laun suku Qurasy mulai menerima keberadaan Islam dan akhirnya memeluk agama baru tersebut. Hal ini terbukti dengan peristiwa Hudaibiyah pada tahun 628 M di mana suku Qurasy melakukan perjanjian damai dengan Nabi Muhammad SAW.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa suku Qurasy memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah Mekah dan Kabah. Mereka merupakan suku yang berkuasa di kota tersebut dan juga menjadi penjaga Kabah selama beberapa abad sebelum Islam.

Meskipun awalnya suku Qurasy menentang ajaran Islam, namun lambat laun mereka mulai menerima keberadaan agama baru tersebut dan bahkan memeluk Islam. Saat ini, suku Qurasy tidak lagi memiliki kendali atas Kabah dan sistem juru kunci Kabah telah berubah dari sistem waris menjadi sistem yang diatur oleh pemerintah Saudi Arabia.

Artikel Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *