General

Contoh Hewan Ovovivipar

×

Contoh Hewan Ovovivipar

Share this article

Hewan ovovivipar adalah hewan yang berkembang biak dengan cara telur menetas di dalam tubuh induknya kemudian anaknya lahir hidup-hidup. Berbeda dengan hewan ovipar yang telurnya dikeluarkan dan menetas di luar tubuh induknya, serta hewan vivipar yang melahirkan anaknya langsung hidup-hidup. Beberapa contoh hewan ovovivipar yang dapat kita temukan antara lain:

1. Ular Berbisa

Ular berbisa merupakan salah satu jenis hewan ovovivipar. Telur yang dihasilkan oleh ular betina akan menetas di dalam tubuhnya, kemudian anak ular tersebut lahir hidup-hidup. Ular berbisa memiliki kemampuan untuk melindungi telurnya hingga menetas, karena jika telur tersebut diletakkan di luar tubuh maka akan lebih rentan terhadap predator.

2. Hiu

Hiu juga termasuk hewan ovovivipar. Telur hiu menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak hidup-hidup. Yang menarik dari hiu adalah, setiap induk hiu hanya melahirkan beberapa anak dalam satu kali kelahiran, namun anak-anak hiu tersebut sudah memiliki ukuran yang besar.

3. Kadal

Kadal juga merupakan contoh hewan ovovivipar. Telur kadal menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Kadal biasanya memiliki waktu kehamilan yang cukup lama, bahkan ada beberapa spesies kadal yang membutuhkan waktu hingga setahun untuk melahirkan anaknya.

4. Ikan Sidat

Ikan sidat juga termasuk hewan ovovivipar. Telur ikan sidat menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Ikan sidat merupakan jenis ikan yang cukup populer di Indonesia, terutama di daerah Sulawesi dan Papua.

5. Katak

Katak juga bisa menjadi contoh hewan ovovivipar. Telur katak menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Katak biasanya melahirkan anaknya dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melahirkan semua anaknya. Katak juga dikenal sebagai hewan yang sangat peka terhadap perubahan lingkungan.

6. Kura-Kura

Kura-kura juga termasuk hewan ovovivipar. Telur kura-kura menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Kura-kura biasanya hanya melahirkan beberapa anak dalam satu kali kelahiran, namun anak-anak kura-kura tersebut sudah memiliki ukuran yang cukup besar.

7. Buaya

Buaya juga bisa menjadi contoh hewan ovovivipar. Telur buaya menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Buaya biasanya hanya melahirkan beberapa anak dalam satu kali kelahiran, namun anak-anak buaya tersebut sudah memiliki ukuran yang cukup besar.

8. Kodok

Kodok juga termasuk hewan ovovivipar. Telur kodok menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Kodok biasanya melahirkan anaknya dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melahirkan semua anaknya.

9. Ular Anaconda

Ular anaconda juga bisa dijadikan contoh hewan ovovivipar. Telur anaconda menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Ular anaconda biasanya melahirkan anaknya dalam jumlah yang cukup banyak, namun ukuran anak-anak anaconda tersebut tergolong sangat besar bahkan sejak lahir.

10. Tokek

Tokek juga termasuk hewan ovovivipar. Telur tokek menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Tokek biasanya melahirkan anaknya dalam jumlah yang cukup banyak, namun ukuran anak-anak tokek tersebut masih tergolong kecil dibandingkan hewan-hewan lain yang disebutkan di atas.

11. Kepiting

Kepiting juga bisa menjadi contoh hewan ovovivipar. Telur kepiting menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Kepiting biasanya hanya melahirkan beberapa anak dalam satu kali kelahiran, namun anak-anak kepiting tersebut sudah memiliki ukuran yang cukup besar.

12. Kadal Air

Kadal air juga termasuk hewan ovovivipar. Telur kadal air menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Kadal air biasanya melahirkan anaknya dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melahirkan semua anaknya.

13. Kadal Kebun

Kadal kebun juga bisa dijadikan contoh hewan ovovivipar. Telur kadal kebun menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Kadal kebun biasanya hanya melahirkan beberapa anak dalam satu kali kelahiran, namun anak-anak kadal kebun tersebut sudah memiliki ukuran yang cukup besar.

14. Ulat Sutera

Ulat sutera juga termasuk hewan ovovivipar. Telur ulat sutera menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Ulat sutera biasanya melahirkan anaknya dalam jumlah yang cukup banyak, namun ukuran anak-anak ulat sutera tersebut masih tergolong kecil.

15. Bunglon

Bunglon juga bisa menjadi contoh hewan ovovivipar. Telur bunglon menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Bunglon biasanya hanya melahirkan beberapa anak dalam satu kali kelahiran, namun anak-anak bunglon tersebut sudah memiliki ukuran yang cukup besar.

16. Katak Surinam

Katak surinam juga termasuk hewan ovovivipar. Telur katak surinam menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Katak surinam biasanya melahirkan anaknya dalam jumlah yang cukup banyak, namun ukuran anak-anak katak surinam tersebut masih tergolong kecil.

17. Kadal Kobra

Kadal kobra juga bisa dijadikan contoh hewan ovovivipar. Telur kadal kobra menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Kadal kobra biasanya hanya melahirkan beberapa anak dalam satu kali kelahiran, namun anak-anak kadal kobra tersebut sudah memiliki ukuran yang cukup besar.

18. Belut Listrik

Belut listrik juga termasuk hewan ovovivipar. Telur belut listrik menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Belut listrik biasanya hanya melahirkan beberapa anak dalam satu kali kelahiran, namun anak-anak belut listrik tersebut sudah memiliki kemampuan untuk menyerang mangsa dengan listrik.

19. Ulat Bulu

Ulat bulu juga bisa menjadi contoh hewan ovovivipar. Telur ulat bulu menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Ulat bulu biasanya melahirkan anaknya dalam jumlah yang cukup banyak, namun ukuran anak-anak ulat bulu tersebut masih tergolong kecil.

20. Kadal Bunglon

Kadal bunglon juga termasuk hewan ovovivipar. Telur kadal bunglon menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Kadal bunglon biasanya hanya melahirkan beberapa anak dalam satu kali kelahiran, namun anak-anak kadal bunglon tersebut sudah memiliki kemampuan untuk berubah warna.

21. Kadal Hijau

Kadal hijau juga bisa dijadikan contoh hewan ovovivipar. Telur kadal hijau menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Kadal hijau biasanya hanya melahirkan beberapa anak dalam satu kali kelahiran, namun anak-anak kadal hijau tersebut sudah memiliki ukuran yang cukup besar.

22. Ular Piton

Ular piton juga termasuk hewan ovovivipar. Telur ular piton menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Ular piton biasanya melahirkan anaknya dalam jumlah yang cukup banyak, namun ukuran anak-anak ular piton tersebut tergolong sangat besar bahkan sejak lahir.

23. Ikan Air Tawar

Ikan air tawar juga bisa menjadi contoh hewan ovovivipar. Telur ikan air tawar menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Ikan air tawar biasanya melahirkan anaknya dalam jumlah yang cukup banyak, namun ukuran anak-anak ikan air tawar tersebut masih tergolong kecil.

24. Buaya Air Tawar

Buaya air tawar juga termasuk hewan ovovivipar. Telur buaya air tawar menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Buaya air tawar biasanya hanya melahirkan beberapa anak dalam satu kali kelahiran, namun anak-anak buaya air tawar tersebut sudah memiliki ukuran yang cukup besar.

25. Kadal Jangkrik

Kadal jangkrik juga bisa dijadikan contoh hewan ovovivipar. Telur kadal jangkrik menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Kadal jangkrik biasanya hanya melahirkan beberapa anak dalam satu kali kelahiran, namun anak-anak kadal jangkrik tersebut sudah memiliki kemampuan untuk melompat.

26. Kadal Kecoa

Kadal kecoa juga termasuk hewan ovovivipar. Telur kadal kecoa menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Kadal kecoa biasanya hanya melahirkan beberapa anak dalam satu kali kelahiran, namun anak-anak kadal kecoa tersebut sudah memiliki kemampuan untuk berlari dan bersembunyi.

27. Katak Kebun

Katak kebun juga bisa menjadi contoh hewan ovovivipar. Telur katak kebun menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Katak kebun biasanya melahirkan anaknya dalam jumlah yang cukup banyak, namun ukuran anak-anak katak kebun tersebut masih tergolong kecil.

28. Ular Bunglon

Ular bunglon juga termasuk hewan ovovivipar. Telur ular bunglon menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Ular bunglon biasanya melahirkan anaknya dalam jumlah yang cukup banyak, namun ukuran anak-anak ular bunglon tersebut tergolong kecil dibandingkan hewan-hewan lain yang disebutkan di atas.

29. Kadal Katak

Kadal katak juga bisa dijadikan contoh hewan ovovivipar. Telur kadal katak menetas di dalam tubuh induknya dan kemudian lahir sebagai anak yang sudah hidup. Kadal katak biasanya hanya melahirkan beberapa anak dalam satu kali kelahiran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *