General

Istilah dalam Saham untuk Investor Pemula

×

Istilah dalam Saham untuk Investor Pemula

Share this article

Investasi saham memang terdengar menarik bagi sebagian orang. Namun, bagi investor pemula, istilah-istilah dalam saham sering kali menjadi momok yang menakutkan. Oleh karena itu, dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa istilah dalam saham yang perlu diketahui oleh investor pemula.

1. Saham

Saham adalah surat berharga yang menunjukkan kepemilikan seseorang atau sekelompok orang dalam suatu perusahaan. Dalam investasi saham, kita bisa membeli saham suatu perusahaan untuk kemudian menjadi pemilik sebagian kecil dari perusahaan tersebut. Saham biasanya diperdagangkan di bursa efek.

2. Bursa Efek

Bursa efek adalah tempat di mana saham-saham diperdagangkan. Di Indonesia, bursa efek yang terkenal adalah Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX). Bursa efek menjadi tempat pertemuan antara penjual (perusahaan) dan pembeli (investor).

3. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

IHSG adalah indeks yang mengukur kinerja saham-saham yang tercatat di BEI. IHSG menunjukkan pergerakan harga saham secara keseluruhan. Jika IHSG naik, artinya harga saham-saham di BEI sedang menguat. Sebaliknya, jika IHSG turun, artinya harga saham-saham di BEI sedang melemah.

4. Capital Gain

Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh dari penjualan saham dengan harga yang lebih tinggi daripada harga beli. Contohnya, jika kita membeli saham A seharga Rp1000 dan kemudian menjualnya dengan harga Rp1500, maka kita mendapatkan capital gain sebesar Rp500.

5. Dividen

Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham. Dividen biasanya dibagikan setiap tahun dan jumlahnya bervariasi tergantung pada keuntungan perusahaan. Dividen bisa diterima dalam bentuk uang atau saham.

6. Right Issue

Right issue adalah penawaran saham baru kepada pemegang saham lama dengan harga yang lebih murah dari harga pasar saat itu. Pemegang saham lama memiliki hak untuk membeli saham baru tersebut dalam jumlah tertentu sesuai dengan kepemilikan saham yang sudah dimiliki.

7. Initial Public Offering (IPO)

IPO adalah proses penawaran saham perdana kepada publik. Perusahaan yang melakukan IPO biasanya merupakan perusahaan yang baru go public atau perusahaan yang sudah go public namun ingin menambah modal. Investor bisa membeli saham IPO pada saat penawaran perdana.

8. Broker

Broker adalah perantara antara investor dan pasar saham. Broker memiliki akses ke bursa efek dan bisa membantu investor untuk membeli atau menjual saham. Broker biasanya mengambil komisi dari transaksi yang dilakukan oleh investor.

9. Spread

Spread adalah selisih antara harga beli dan harga jual suatu saham. Spread ini menjadi sumber keuntungan bagi broker.

10. Bearish

Bearish adalah kondisi pasar saham yang sedang melemah atau cenderung turun. Investor yang mengantisipasi kondisi ini bisa menjual saham-sahamnya untuk menghindari kerugian lebih besar.

11. Bullish

Bullish adalah kondisi pasar saham yang sedang menguat atau cenderung naik. Investor yang mengantisipasi kondisi ini bisa membeli saham-saham dengan harapan mendapatkan keuntungan lebih besar.

12. Blue Chip Stock

Blue chip stock adalah saham-saham dari perusahaan besar, stabil, dan terkenal. Blue chip stock biasanya dianggap sebagai saham yang aman dan memiliki potensi keuntungan jangka panjang.

13. Penny Stock

Penny stock adalah saham-saham dari perusahaan kecil dengan harga yang sangat murah. Penny stock memiliki risiko yang sangat tinggi, namun juga memiliki potensi keuntungan yang besar.

14. Fundamental Analysis

Analisis fundamental adalah metode analisis yang menggunakan data keuangan dan kinerja perusahaan untuk menentukan nilai intrinsik suatu saham. Analisis fundamental melihat faktor-faktor seperti laba, pendapatan, dan pertumbuhan perusahaan.

15. Technical Analysis

Analisis teknikal adalah metode analisis yang menggunakan grafik dan indikator untuk memprediksi pergerakan harga saham di masa depan. Analisis teknikal melihat pola-pola pergerakan harga dan volume perdagangan.

16. Stop Loss

Stop loss adalah perintah yang diberikan kepada broker untuk menjual saham jika harga turun sampai pada level tertentu. Stop loss digunakan untuk membatasi kerugian jika harga saham turun terlalu jauh.

17. Limit Order

Limit order adalah perintah yang diberikan kepada broker untuk membeli atau menjual saham pada harga tertentu atau lebih baik. Limit order digunakan untuk memastikan bahwa transaksi dilakukan pada harga yang diinginkan.

18. Short Selling

Short selling adalah strategi investasi di mana investor meminjam saham dari broker dan menjualnya dengan harapan harga saham akan turun. Setelah harga saham turun, investor akan membeli kembali saham tersebut dan mengembalikannya ke broker, dengan selisih harga sebagai keuntungan.

19. Margin Trading

Margin trading adalah strategi investasi di mana investor meminjam uang dari broker untuk membeli saham. Margin trading memiliki risiko yang tinggi karena investor harus membayar bunga atas pinjaman tersebut dan bisa kehilangan modal jika harga saham turun.

20. Beta

Beta adalah ukuran volatilitas saham terhadap pergerakan IHSG. Jika beta suatu saham lebih dari 1, artinya saham tersebut lebih volatil daripada IHSG. Jika beta suatu saham kurang dari 1, artinya saham tersebut kurang volatil daripada IHSG.

21. P/E Ratio

P/E ratio adalah rasio antara harga saham dan laba perusahaan per saham. Semakin rendah P/E ratio suatu saham, semakin murah saham tersebut dibandingkan dengan laba perusahaan.

22. Book Value

Book value adalah nilai aset bersih perusahaan dibagi dengan jumlah saham yang beredar. Book value digunakan untuk menentukan nilai intrinsik suatu saham.

23. Price to Book Ratio

Price to book ratio adalah rasio antara harga saham dan book value per saham. Semakin rendah price to book ratio suatu saham, semakin murah saham tersebut dibandingkan dengan nilai aset bersih perusahaan.

24. Earnings Per Share (EPS)

Earnings per share adalah pendapatan perusahaan yang dibagi dengan jumlah saham yang beredar. EPS digunakan untuk menentukan laba yang diperoleh perusahaan per saham.

25. Return on Equity (ROE)

Return on equity adalah rasio antara laba bersih perusahaan dan ekuitas perusahaan. ROE digunakan untuk menentukan seberapa efektif perusahaan dalam menghasilkan laba dari modal yang dimiliki.

26. Debt to Equity Ratio

Debt to equity ratio adalah rasio antara hutang perusahaan dan ekuitas perusahaan. Semakin tinggi debt to equity ratio suatu perusahaan, semakin besar risiko kebangkrutannya.

27. Beta Saham Syariah

Beta saham syariah adalah ukuran volatilitas saham-saham yang terdaftar di BEI Syariah terhadap pergerakan IHSG Syariah. Beta saham syariah digunakan untuk menentukan risiko investasi pada saham-saham syariah.

28. P/E Ratio Saham Syariah

P/E ratio saham syariah adalah rasio antara harga saham syariah dan laba perusahaan syariah per saham. P/E ratio saham syariah digunakan untuk menentukan harga yang wajar pada saham-saham syariah.

29. Right Issue Saham Syariah

Right issue saham syariah adalah penawaran saham baru kepada pemegang saham lama pada perusahaan syariah dengan harga yang lebih murah dari harga pasar saat itu. Pemegang saham lama memiliki hak untuk membeli saham baru tersebut dalam jumlah tertentu sesuai dengan kepemilikan saham yang sudah dimiliki.

30. IPO Saham Syariah

IPO saham syariah adalah proses penawaran saham perdana kepada publik pada perusahaan syariah. Investor bisa membeli saham IPO pada saat penawaran perdana.

Demikianlah beberapa istilah dalam saham yang perlu diketahui oleh investor pemula. Dengan memahami istilah-istilah ini, investor pemula bisa lebih memahami dunia investasi saham dan memilih saham yang tepat untuk diinvestasikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *