General

KTT ASEAN 1 Pertama: Sejarah dan Signifikansi

×

KTT ASEAN 1 Pertama: Sejarah dan Signifikansi

Share this article

KTT ASEAN 1 Pertama adalah pertemuan para pemimpin negara ASEAN pertama yang diadakan pada tanggal 23-24 Februari 1976 di Bali, Indonesia. Pertemuan ini dihadiri oleh para pemimpin negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Sejak itu, KTT ASEAN menjadi platform penting untuk memperkuat kerja sama di antara negara-negara ASEAN.

Sejarah KTT ASEAN 1 Pertama

Sebelum KTT ASEAN 1 Pertama diadakan, negara-negara ASEAN telah menjalin hubungan yang cukup baik dalam bidang ekonomi dan politik. Namun, pada saat itu, terdapat beberapa perbedaan pandangan mengenai cara-cara mengatasi masalah regional, termasuk perbedaan dalam menangani masalah keamanan dan politik.

Pada tahun 1975, terjadi kekacauan politik di Timor Timur yang merupakan wilayah bekas koloni Portugis. Indonesia mengajukan agar Timor Timur dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia, sementara Filipina meminta agar Timor Timur dijadikan negara merdeka. Perbedaan pandangan ini menyebabkan ketegangan di antara negara-negara ASEAN.

Untuk menyelesaikan masalah ini, Presiden Indonesia saat itu, Soeharto, mengusulkan agar diadakan pertemuan para pemimpin negara ASEAN. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas masalah-masalah regional dan memperkuat kerja sama di antara negara-negara ASEAN.

Signifikansi KTT ASEAN 1 Pertama

KTT ASEAN 1 Pertama memiliki signifikansi yang sangat besar dalam sejarah ASEAN. Pertemuan ini berhasil menyelesaikan perbedaan pandangan mengenai Timor Timur dan menyepakati prinsip-prinsip kerja sama yang menjadi dasar ASEAN saat ini.

Salah satu prinsip kerja sama yang disepakati adalah non-interference dalam urusan internal negara lain. Prinsip ini menunjukkan bahwa ASEAN menghormati kedaulatan dan integritas teritorial setiap negara anggota dan tidak akan campur tangan dalam urusan internal negara lain.

Selain itu, KTT ASEAN 1 Pertama juga memperkuat kerja sama di bidang ekonomi dan politik. ASEAN memperkuat kerja sama ekonomi melalui pembentukan Zona Perdagangan Bebas ASEAN dan memperkuat kerja sama politik melalui pembentukan ASEAN Regional Forum (ARF).

Pembentukan Zona Perdagangan Bebas ASEAN

Setelah KTT ASEAN 1 Pertama, negara-negara ASEAN mulai memperkuat kerja sama ekonomi dengan membentuk Zona Perdagangan Bebas ASEAN. Zona Perdagangan Bebas ASEAN bertujuan untuk meningkatkan perdagangan di antara negara-negara ASEAN dan mengurangi hambatan-hambatan perdagangan.

Pembentukan Zona Perdagangan Bebas ASEAN diawali pada tahun 1992 dengan ditandatanganinya Deklarasi Bangkok. Selanjutnya, pada tahun 1995, ASEAN menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan China, Jepang, dan Korea Selatan. Perjanjian ini dikenal sebagai ASEAN+3 Free Trade Area (AFTA).

Pembentukan ASEAN Regional Forum (ARF)

Selain memperkuat kerja sama ekonomi, KTT ASEAN 1 Pertama juga memperkuat kerja sama politik di antara negara-negara ASEAN. ASEAN membentuk ASEAN Regional Forum (ARF) pada tahun 1994 untuk memperkuat kerja sama keamanan di Asia Timur.

ARF adalah forum dialog multilateral yang dihadiri oleh 27 negara, termasuk negara-negara ASEAN, Amerika Serikat, China, Jepang, dan Korea Selatan. ARF bertujuan untuk memperkuat kerja sama keamanan dan membangun kepercayaan di antara negara-negara anggota.

Kesimpulan

KTT ASEAN 1 Pertama merupakan pertemuan para pemimpin negara ASEAN pertama yang diadakan pada tanggal 23-24 Februari 1976 di Bali, Indonesia. Pertemuan ini berhasil menyelesaikan perbedaan pandangan mengenai Timor Timur dan menyepakati prinsip-prinsip kerja sama yang menjadi dasar ASEAN saat ini.

KTT ASEAN 1 Pertama juga memperkuat kerja sama di bidang ekonomi dan politik melalui pembentukan Zona Perdagangan Bebas ASEAN dan ASEAN Regional Forum (ARF). Zona Perdagangan Bebas ASEAN bertujuan untuk meningkatkan perdagangan di antara negara-negara ASEAN, sedangkan ARF bertujuan untuk memperkuat kerja sama keamanan di Asia Timur.

Dengan demikian, KTT ASEAN 1 Pertama sangat penting dalam sejarah ASEAN karena berhasil memperkuat kerja sama di antara negara-negara anggota dan menciptakan platform penting untuk memperkuat kerja sama di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *