General

Perkembangan Agama Buddha di Sriwijaya

×

Perkembangan Agama Buddha di Sriwijaya

Share this article

Sriwijaya adalah kerajaan maritim yang terletak di pulau Sumatera pada abad ke-7 hingga ke-13 Masehi. Selama masa kejayaannya, Sriwijaya menjadi pusat perdagangan yang menghubungkan Asia Tenggara dengan India, China, dan Timur Tengah. Selain itu, Sriwijaya juga dikenal sebagai pusat penyebaran agama Buddha di wilayah ini.

Sejarah Agama Buddha di Sriwijaya

Agama Buddha diperkirakan mulai masuk ke wilayah Indonesia pada abad ke-2 Masehi melalui perdagangan dengan India. Namun, penyebarannya yang lebih luas baru terjadi pada masa kejayaan Sriwijaya. Pada abad ke-7, seorang raja Sriwijaya bernama Dharmasetu diketahui telah memeluk agama Buddha dan memerintahkan pembangunan candi-candi Buddha di daerah ini.

Pada masa pemerintahan raja Balaputra, agama Buddha semakin berkembang di Sriwijaya. Raja ini diketahui menyumbangkan banyak kekayaan untuk pembangunan kuil-kuil, stupa, dan pagoda. Selain itu, raja Balaputra juga mengirimkan utusan ke China untuk belajar agama Buddha dan membawa kembali banyak buku sutra yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Peran Sangha dalam Penyebaran Agama Buddha di Sriwijaya

Penyebaran agama Buddha di Sriwijaya tidak terlepas dari peranan para biksu atau Sangha. Sangha adalah kelompok para biksu yang hidup secara teratur dan mengikuti peraturan-peraturan agama Buddha. Mereka berperan penting dalam menyebarkan ajaran agama Buddha dan membantu pembangunan kuil-kuil di Sriwijaya.

Selain itu, para biksu dari Sriwijaya juga pernah melakukan perjalanan ke China untuk belajar agama Buddha dan membawa kembali banyak buku sutra yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Buku-buku ini kemudian digunakan sebagai bahan ajar di kuil-kuil Buddha di Sriwijaya.

Kejatuhan Sriwijaya dan Dampaknya pada Agama Buddha

Sriwijaya mengalami kemerosotan pada abad ke-13 akibat serangan dari pasukan Mongol. Kejatuhan Sriwijaya mempengaruhi perkembangan agama Buddha di wilayah ini. Kuil-kuil Buddha di Sriwijaya mulai ditinggalkan dan agama Buddha digantikan oleh agama Islam yang dibawa oleh pedagang Arab.

Namun, jejak-jejak agama Buddha di Sriwijaya masih bisa ditemukan hingga saat ini. Beberapa situs candi Buddha di daerah ini masih dapat dikunjungi dan menjadi saksi sejarah perkembangan agama Buddha di wilayah ini.

Kesimpulan

Perkembangan agama Buddha di Sriwijaya merupakan bagian penting dalam sejarah Indonesia. Agama Buddha tidak hanya menjadi agama yang dianut oleh raja dan keluarga kerajaan, tetapi juga menyebar ke masyarakat luas. Peran Sangha juga sangat penting dalam penyebaran agama Buddha di wilayah ini. Meskipun Sriwijaya sudah tidak ada lagi, namun jejak-jejak agama Buddha di daerah ini masih dapat ditemukan hingga saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *