Sejarah Berdirinya Dinasti Saffariah Sampai Akhir Riwayatnya

Posted on

Dinasti Saffariah adalah salah satu dinasti yang pernah berkuasa di Timur Tengah pada abad ke-13 hingga awal abad ke-14. Dinasti ini berdiri atas dasar kekuatan militer yang cukup kuat dan berhasil mempertahankan wilayahnya dari serangan musuh-musuhnya. Berikut ini adalah sejarah berdirinya dinasti Saffariah sampai akhir riwayatnya.

Awal Berdirinya Dinasti Saffariah

Dinasti Saffariah berdiri pada tahun 1260 Masehi oleh seorang panglima perang Muslim bernama Saifuddin al-Qutuz. Saifuddin al-Qutuz merupakan salah satu komandan pasukan Muslim yang berhasil mengalahkan pasukan Mongol dalam Pertempuran Ain Jalut pada tahun 1260 Masehi.

Setelah kemenangan tersebut, Saifuddin al-Qutuz mendirikan dinasti Saffariah di Mesir dan Suriah. Ia memerintah sebagai raja pertama Dinasti Saffariah dan berhasil memperluas wilayah kekuasaannya hingga ke Palestina, Libanon, dan Yordania.

Kekuasaan Dinasti Saffariah

Dinasti Saffariah memiliki kekuasaan yang cukup kuat pada masanya. Mereka berhasil mempertahankan wilayahnya dari serangan musuh-musuhnya seperti pasukan Mongol dan pasukan Kekaisaran Romawi Timur.

Selain itu, Dinasti Saffariah juga berhasil memperbaiki perekonomian dan infrastruktur di wilayah kekuasaannya. Mereka membangun jalan raya, jembatan, dan bangunan-bangunan publik lainnya.

Kematian Saifuddin al-Qutuz

Pada tahun 1260 Masehi, Saifuddin al-Qutuz dibunuh oleh seorang panglima perang Turki bernama Baybars. Baybars kemudian menggantikan Saifuddin al-Qutuz sebagai raja Dinasti Saffariah.

Baybars dikenal sebagai raja yang sangat kuat dan berhasil memperluas wilayah kekuasaannya hingga ke Mesir dan Libya. Ia juga berhasil mengalahkan pasukan Mongol dalam Pertempuran Wadi al-Khazandar pada tahun 1299 Masehi.

Kekuasaan Baybars

Selama masa pemerintahannya, Baybars berhasil membangun banyak kota dan benteng di wilayah kekuasaannya. Ia juga memperbaiki sistem administrasi dan peradilan di Dinasti Saffariah.

Namun, Baybars juga dikenal sebagai raja yang kejam dan tidak segan-segan membunuh lawan-lawannya. Ia juga melakukan kampanye militer yang brutal terhadap kaum Kristen di wilayah kekuasaannya.

Kematian Baybars

Baybars meninggal pada tahun 1277 Masehi akibat sakit. Ia digantikan oleh putranya yang bernama Barakah. Namun, Barakah hanya menjadi raja selama satu tahun sebelum akhirnya digulingkan oleh dinasti Mamluk.

Akhir Riwayat Dinasti Saffariah

Dinasti Saffariah akhirnya runtuh pada tahun 1291 Masehi setelah kekalahan dalam Pertempuran Acre melawan pasukan Mamluk. Raja terakhir Dinasti Saffariah yang bernama Al-Ashraf Khalil melarikan diri ke Siprus setelah kekalahan tersebut.

Dengan runtuhnya Dinasti Saffariah, wilayah kekuasaannya diserahkan kepada Dinasti Mamluk yang berkuasa di Mesir. Dinasti Mamluk kemudian berkuasa di wilayah tersebut hingga akhirnya digantikan oleh Dinasti Ottoman pada abad ke-16.

Kesimpulan

Dinasti Saffariah adalah salah satu dinasti yang pernah berkuasa di Timur Tengah pada abad ke-13 hingga awal abad ke-14. Dinasti ini berdiri atas dasar kekuatan militer yang cukup kuat dan berhasil mempertahankan wilayahnya dari serangan musuh-musuhnya. Namun, dinasti ini juga dikenal sebagai dinasti yang kejam dan tidak segan-segan membunuh lawan-lawannya.

Dinasti Saffariah akhirnya runtuh pada tahun 1291 Masehi setelah kekalahan dalam Pertempuran Acre melawan pasukan Mamluk. Dengan runtuhnya Dinasti Saffariah, wilayah kekuasaannya diserahkan kepada Dinasti Mamluk yang berkuasa di Mesir.

Artikel Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *