Cara Menghitung Bunga KPR Fixed

Posted on

Ketika Anda ingin membeli rumah, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fixed mungkin bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat. KPR Fixed adalah jenis KPR yang memiliki suku bunga tetap selama masa tenor yang telah disepakati. Sebelum Anda memutuskan untuk mengambil KPR Fixed, ada baiknya Anda memahami cara menghitung bunga KPR Fixed terlebih dahulu.

1. Menghitung Pokok Pinjaman (PP)

Sebelum menghitung bunga KPR Fixed, Anda perlu menghitung pokok pinjaman terlebih dahulu. Pokok pinjaman adalah jumlah uang yang Anda pinjam dari bank atau lembaga keuangan lainnya. Cara menghitungnya cukup mudah, yaitu dengan mengurangi uang muka yang telah Anda bayarkan dari harga jual rumah yang Anda beli. Contohnya, jika harga rumah yang Anda beli adalah Rp 1 miliar dan uang muka yang Anda bayar sebesar Rp 200 juta, maka pokok pinjaman Anda adalah Rp 800 juta.

2. Menentukan Suku Bunga KPR Fixed

Suku bunga KPR Fixed sudah disepakati sejak awal dan tidak berubah selama masa tenor. Biasanya, suku bunga KPR Fixed lebih tinggi dibandingkan dengan KPR Floating karena bank mengambil risiko yang lebih besar dengan menetapkan suku bunga tetap. Suku bunga KPR Fixed biasanya ditentukan berdasarkan persentase dari pokok pinjaman.

3. Menghitung Bunga KPR Fixed

Setelah mengetahui pokok pinjaman dan suku bunga, Anda dapat menghitung bunga KPR Fixed. Cara menghitungnya adalah dengan mengalikan pokok pinjaman dengan suku bunga dan dengan jangka waktu tenor. Contohnya, jika pokok pinjaman Anda adalah Rp 800 juta dan suku bunga KPR Fixed adalah 9% per tahun dengan tenor 10 tahun, maka bunga KPR Fixed Anda adalah Rp 720 juta (Rp 800 juta x 9% x 10 tahun).

4. Menentukan Angsuran KPR Fixed

Setelah menghitung bunga KPR Fixed, Anda dapat menentukan angsuran KPR Fixed. Angsuran KPR Fixed adalah jumlah uang yang harus Anda bayarkan setiap bulan selama masa tenor. Cara menghitungnya adalah dengan menambahkan bunga KPR Fixed dengan pokok pinjaman, kemudian dibagi dengan jumlah bulan dalam tenor. Contohnya, jika bunga KPR Fixed Anda adalah Rp 720 juta dan tenor Anda adalah 10 tahun atau 120 bulan, maka angsuran KPR Fixed Anda adalah Rp 6 juta (Rp 800 juta + Rp 720 juta / 120 bulan).

5. Menghitung Total Pembayaran KPR Fixed

Terakhir, Anda dapat menghitung total pembayaran KPR Fixed. Total pembayaran KPR Fixed adalah jumlah uang yang harus Anda bayarkan selama masa tenor, yang terdiri dari pokok pinjaman dan bunga KPR Fixed. Cara menghitungnya adalah dengan mengalikan angsuran KPR Fixed dengan jumlah bulan dalam tenor. Contohnya, jika angsuran KPR Fixed Anda adalah Rp 6 juta dan tenor Anda adalah 10 tahun atau 120 bulan, maka total pembayaran KPR Fixed Anda adalah Rp 960 juta (Rp 6 juta x 120 bulan).

Kesimpulan

Menghitung bunga KPR Fixed mungkin terlihat rumit pada awalnya, tetapi sebenarnya cukup mudah. Anda hanya perlu mengetahui pokok pinjaman, suku bunga, tenor, dan angsuran KPR Fixed. Dengan memahami cara menghitung bunga KPR Fixed, Anda dapat memperkirakan berapa jumlah uang yang harus Anda bayarkan selama masa tenor, sehingga Anda bisa membuat perencanaan keuangan yang lebih baik.

Artikel Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *