General

Macam-Macam Klasifikasi Bahan Galian

×

Macam-Macam Klasifikasi Bahan Galian

Share this article

Bahan galian atau mineral merupakan bahan alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Bahan galian digunakan sebagai bahan baku dalam berbagai industri seperti pertambangan, konstruksi, dan manufaktur. Namun, untuk memanfaatkan bahan galian dengan baik, kita perlu memahami macam-macam klasifikasi bahan galian. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa klasifikasi bahan galian yang penting untuk dipahami.

Klasifikasi Berdasarkan Kandungan Logam

Salah satu klasifikasi bahan galian yang paling umum adalah berdasarkan kandungan logamnya. Bahan galian yang mengandung logam biasanya digunakan untuk membuat logam murni atau paduan logam. Contoh bahan galian yang mengandung logam adalah bijih besi, tembaga, timah, dan emas.

Bijih besi merupakan bahan galian yang paling umum digunakan dalam produksi baja. Tembaga digunakan dalam produksi kabel listrik dan pipa. Timah digunakan dalam pembuatan solder dan kaca. Sedangkan emas digunakan sebagai bahan perhiasan dan juga dalam industri elektronik.

Klasifikasi Berdasarkan Struktur Kristal

Bahan galian juga dapat diklasifikasikan berdasarkan struktur kristalnya. Struktur kristal mengacu pada susunan atom dalam bahan galian. Contohnya adalah struktur kristal kubik, tetragonal, dan heksagonal.

Bahan galian dengan struktur kristal kubik umumnya digunakan dalam industri konstruksi, seperti batu bata dan beton. Sedangkan bahan galian dengan struktur kristal tetragonal dan heksagonal umumnya digunakan dalam industri elektronik, seperti kalsium titanat dan grafit.

Klasifikasi Berdasarkan Sifat Fisik

Selain itu, bahan galian juga dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat fisiknya. Sifat fisik yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan bahan galian antara lain warna, kekerasan, dan kilap.

Bahan galian seperti berlian memiliki sifat fisik yang sangat khas, seperti kekerasan yang sangat tinggi dan kilap yang sangat tinggi. Sementara itu, bahan galian seperti kuarsa memiliki sifat fisik yang berbeda, seperti kekerasan yang lebih rendah dan kilap yang lebih rendah.

Klasifikasi Berdasarkan Jenis Batuan

Bahan galian juga dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis batuan tempat mereka ditemukan. Batuan adalah formasi geologi yang terbentuk dari pengendapan mineral dan material organik. Contoh batuan yang sering mengandung bahan galian adalah granit, batu kapur, dan batubara.

Bahan galian yang ditemukan di granit biasanya digunakan dalam industri konstruksi, seperti batu hias dan ubin. Sedangkan batu kapur digunakan dalam industri semen dan pembuatan kaca. Batubara digunakan sebagai bahan bakar dalam industri.

Klasifikasi Berdasarkan Kegunaannya

Terakhir, bahan galian juga dapat diklasifikasikan berdasarkan kegunaannya. Klasifikasi ini sangat berguna dalam industri, karena memungkinkan produsen untuk memilih bahan galian yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

Bahan galian seperti tanah liat dan pasir digunakan dalam industri keramik dan kaca. Sedangkan bahan galian seperti barit dan fluorit digunakan dalam industri kimia dan farmasi.

Kesimpulan

Macam-macam klasifikasi bahan galian sangat penting untuk dipahami dalam industri pertambangan. Klasifikasi berdasarkan kandungan logam, struktur kristal, sifat fisik, jenis batuan, dan kegunaannya dapat membantu produsen memilih bahan galian yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dengan memahami macam-macam klasifikasi bahan galian, kita dapat memanfaatkan bahan galian dengan lebih efektif dan efisien, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan keuntungan industri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *